Awal dari cinta

Untuk mereka, yang terus bermasalah dalam hal perasaan ( wanto dan fitri) 😂


Seperti magic, cinta membuatmu terkejut dan kagum disaat yang bersamaan. Entah itu caramu jatuh cinta maupun mengekspresikan cinta.

Jangan tanyakan apa artinya cinta karena kata takkan benar-benar bermakna untuk mendiskripsikan makna cinta secara sempurna.

Cinta itu bersifat subjektif. Kau dan perasaan cintamu takkan sama dengan milik orang lain (unik). Kau dan perasaanmu berharga. Itulah alasan mengapa dicintai seseorang adalah hal yang  special dan menyenangkan.

Banyak jalan yang membawamu untuk tergelincir masuk dalam pesona seseorang. Awal dari cinta sangat beragam. Ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Ada yang berawal dari pertemanan, perlawanan dan perasaan nyaman. Bahkan rasa cinta bisa dimulai dari genggaman tangan. Aneh memang, cara cinta bekerja.

Mungkin kau akan terheran-heran saat memikirkan mengapa sejauh ini kau bisa jatuh cinta. Dari sekian juta orang yang kau temui mengapa harus dia. Kau mungkin bertanya-tanya,  tetapi tidak menyangkal kebenarannya.

Cinta yang berawal dari rasa nyaman terkadang sangat menyusahkan. Sulit bagimu untuk memilah bagian mana yang merupakan imajinasimu dan realita yang terjadi. Rasa nyaman membuatmu lupa bahwa kalian hanyalah sekedar teman. Oleh karena itu bijaklah ketika memutuskan bahwa rasa nyaman itu adalah "cinta".

Adapun situasi yang sulit ketika dua orang yang saling menyukai menahan diri untuk mengatakan rasa. Entah dikarenakan faktor " x " dan lain-lain.

Momen tercanggung adalah ketika yang lain mencuri pandang dan untuk seperdetik ia tertangkap basah lalu mata mereka bertemu. Bayangkan seberapa cepat jantungmu terpompa. Mungkin kau membutuhkan tambahan oksigen, jika itu perlu.

Cukup sulit bagi sang pemilik rasa untuk bersikap layaknya teman pada umumnya, bahkan untuk saling menyapa. Memilih sibuk untuk menekan kegugupan dan debaran jantung yang sesak ingin keluar. Setelah itu dapat dipastikan penyesalan yang tersisa.

"Mengapa aku tidak menyapanya ? Apakah tadi itu sedikit keterlaluan? "

Lucu memang, merahasiakan sesuatu yang sudah diketahui oleh seseorang yang menangkap radarmu.

Berbeda dengan kisah diatas, apa yang kau lakukan jika kau jatuh cinta karena terlanjur nyaman pada seseorang yang tiba-tiba menghilang ? Dia bukan avatar yang menghilang ketika dunia membutuhkannya. Dia adalah orang yang bertanggungjawab atas perasaanmu (menurutmu).

Mudah untuk menanam rasa nyaman, namun sulit untuk menyangkalinya. Mungkin, berulang kali otakmu didorong untuk menolak rasa , namun apakah kau tahu ?

Hukum tak bertuan menunjukkan bahwa penolakan berulang kali mengisyaratkan kau sudah jatuh pada rasa itu. Menyangkali sesuatu yang pasti itu menyakitkan. Berhentilah. Pada akhirnya kau tidak bisa memilih karena hanya ada satu pilihan. Kau diperkenankan untuk menerima dan menunggunya.

Jika sudah seperti ini, sang pemilik rasa bisa apa ? Pintu hatimu cukup lebar untuk menerima kasih sayang, tapi tidak dengan orang seperti itu.

Kenalilah, orang yang hanya ingin bermain dengan perasaanmu tanpa memikirkan akibatnya. Untuk dia yang hanya sekadar singgah ketika jenuh. Untuk dia yang memberikan perhatian lebih dari sekadar teman. Untuk dia yang tidak menyadari bahwa ia telah membuatmu jatuh cinta padanya. Tak menyangka,  rasa nyaman berulah sejauh ini.

Ada lirik yang mengatakan.." people falling in love in mysterious ways, maybe just the touch of a hand...."

Benarkah ? Mungkin dan tentu saja. Bukankah cinta itu unik ?

Rasa nyaman, itulah yang kau rasakan saat menggenggam tangannya. Sensasinya menyenangkan. Tak sehangat sebelum kau menyadari perasaanmu padanya. Jemarimu terus bertaut, menunggu kapan ia melepaskan tangannya karena ia yang memulainya. Berharap waktu berlalu membawa debaran jantungmu yang tak beraturan. Kau gugup, tapi kau menyukainya. Sungguh kontradiksi. Namun, kau tak tahu bahwa mungkin tangan itu diciptakan bukan untuk menggenggammu tapi untuk melepaskanmu.

Dan pada akhirnya rasa cinta yang seharusnya indah bergeser maknanya menjadi sorot yang menyedihkan. Tak peduli cinta itu berawal dari mana. Itu semua karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Begitu mereka menyebutnya.

Jika kau percaya cinta itu indah, nikmatilah perasaannya. Jangan menuntut lebih untuk memiliki. Waktu untuk menemukan pencintamu belum tiba. Jangan terburu-buru. Masih banyak waktu untuk belajar dan menantikan cinta. Mungkin saat ini kau harus menangis, percayalah kelak kau akan tersenyum dan tertawa hingga kau lelah. Melakukan kesalahan saat mempelajari sesuatu itu wajar.

Kau adalah pemilik rasamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Him ( Papa )

Kekecewaan

Minggu, 18 Maret 2018