He is my diary
Namamu adalah kata pertama yang ingin aku tuliskan dalam lembar ini. Tapi aku menghapusnya lagi, lagi dan lagi.
Begitu sulit untuk menerima bahwa kamu adalah orang yang aku sukai. Aku takut untuk mengakuinya karena jika hati ini terlanjur tahu, ia akan mencari seribu alasan untuk tetap menyukaimu. Jangankan untuk mengatakannya, bahkan mengeja namamu dalam lembar ini pun aku tak berani.
Aku ingin bercerita bagaimana senyumanmu bekerja menghangatkan hatiku. Tawamu yang renyah, lirikan matamu yang misterius, caramu berjalan, siulan kecilmu, bahkan tingkah bodoh yang tidak kau sadari. Semuanya terekam jelas dalam otakku.
Aku ingat. Getaran itu. Hal yang selalu aku abaikan saat berada didekatmu. Hal yang membuatku terkadang menjadi orang bodoh yang hilang fokus.
Aku jatuh lagi, lagi dan lagi. Apakah orang yang jatuh cinta terperangkap dalam kata " lagi, lagi, dan lagi"? Aku hanya bisa menyampaikan perasaanku lewat ejaan pena bukan lafalan kata.
Mungkin saat ini kamu tidak bisa menjadi valentineku, tapi kamu telah menjadi diaryku. Entah sampai kapan.
Akankah hari itu datang, hari dimana aku memenangkan hatimu ?
Komentar
Posting Komentar