Perjamuan kudus pertama
11 desember 2016
Jiwaku haus akan hadiratNya. Ia mendengarkanku. Ia memimpinku lebih dekat menggapai rumahNya yang kudus.
Tak menyangka ini adalah hal yang kurindukan, sejak pertama kali mendatanginya, berjanji dihadapannya untuk menjadikannya Juruselamatku.
" Ya. Dengan segenap hatiku saya percaya mengaku dan berjanji."
Masih terngiang dibenakku. Saat itu 8 Mei 2016. Dua kalimat itu diakhiri dengan linangan air mata yang tak kumengerti jatuh dari mereka yang mengasihiku. Meskipun aku tak paham mengapa, hati kecilku berbisik : Hei, selamat kamu sudah menjadi pribadi yang dewasa didalam imanmu.
Inilah saatnya. Sebentar lagi petugas pelayanan akan membawakan anggur dan roti yang merupakan simbol dari darah dan tubuh Kristus.
Tapi ini tak sekadar mengambil kemudian meminum dan memakannya. Pendeta berkata bahwa : "Anda tidak diperkenankan untuk mengambil jika saat ini anda masih membenci dan menyimpan dendam untuk saudara anda, jika anda tidak bersungguh-sungguh mempercayai Kristus. Anda tidak diperkenankan untuk mengambil bagian dari perjamuan kudus ini jika anda hanyalah seorang Kristen KTP."
Hal ini menyadarkanku bahwa mengambil bagian dalam setiap persekutuan dan pelayanan Kristus harus didasari oleh hati yang bersih, ikhlas dan tulus. Bagaimana mungkin kita datang berdoa dengan hati yang penuh dendam ? Bagaimana mungkin kita memohon pengampunannya tapi masih enggan untuk mengampuni orang yang bersalah terhadap kita ?
Dengan pikiran yang sesak akan rasa dan asa, kuhembuskan nafasku berat. Mencoba mengingat segala yang terjadi sepekan ini. Mencoba mengingat segala hal yang mengusik hatiku. Mencoba untuk mengampuni mereka yang menyakiti hatiku. Mencoba tuk mendoakan mereka yang bersalah terhadapku.
Inilah waktunya.
Hatiku siap ya Tuhan.
Inilah perjamuan kudus pertamaku. Sendiri. Di tanah orang. Tanpa papa, mama dan keluarga. Namun satu hal yang kusadari, gembalaku selalu bersamaku. Namanya Yesus.
Selamat hari minggu !
Komentar
Posting Komentar