Likes drama.

Ketika hidupku berjalan dengan baik, kupikir hidupku akan datar-datar saja. Kemudian aku meminta padanya untuk memberikanku masalah. Ketika masalah itu datang, aku mengeluh dan bertanya, mengapa hal ini terjadi padaku ?

Aku bingung. Aku tidak mengerti. Mengapa Tuhan mengabulkan doaku begitu cepat ? Bagaimana jika aku tidak pernah memintanya ? Apakah hal itu akan tetap terjadi ?

Aku hanya bisa menangis. Mengapa pencobaan datang bertubi-tubi ? Aku lemah. Mengapa Tuhan memilihku untuk menanggung beban seberat ini ? Aku hanya bisa mengeluh.

Sebenarnya aku tak ingin menyalahkan Tuhan atas apa yang telah terjadi. Aku hanya tak mengerti, mengapa Tuhan memilihku ?

Aku rapuh Tuhan. Aku hanya gadis yang mudah menangis saat laptopku rusak. Gadis yang mudah stres karena lelah belajar. Gadis yang mudah menangis saat dimarahi. Gadis yang mudah putus asa saat menghadapi masalah. Dapatkah engkau memberikan jawabannya mengapa engkau memilih aku ?

Hidupku terkesan seperti drama. Aku tidak pernah membayangkannya. Aku hanya bisa bergelut dalam air mata disetiap doaku. Menangis dalam diam. Tersenyum untuk meyakinkanku baik-baik saja.

Hingga suatu waktu Yesus berbisik : Letakkanlah segala masalahmu dalam tanganku.

Aku sadar, aku berdoa tanpa menyerahkan segala persoalanku padanya. Aku masih berdoa dengan mengandalkan kekuatanku sendiri. Yesus tahu aku lemah, oleh karena itu ia memintaku untuk menyerahkan segala masalah dan kekhawatiranku padanya. Ia ingin mengajarkanku untuk bergantung padanya 100%.

Aku tidak boleh khawatir. Dapatkah seseorang memakan makanan untuk 1 minggu kedepan dalam satu kali suapan ? Tidak mungkin bukan.

Aku sadar bahwa setiap musim yang terjadi didalam kehidupanku terjadi atas seizinnya. Setiap doaku dikabulkan sesuai kehendaknya.

Tidak ada doa yang dapat mengubah ketetapan Tuhan. Segala doa dijawab karena sesuai dengan kehendaknya. 

1 Yohanes 5:14 (TB)  Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Tuhan Yesus tidak pernah keliru dalam memutuskan segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Tuhan tidak keliru mempertemukan kita dengan setiap masalah maupun orang,  entah yang tinggal dalam kehidupan kita atau yang sekedar mampir dan berlalu. Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita dalam setiap alur yang direncanakannya.

Doa tidak dapat mengubah Tuhan. Doa adalah upaya kita untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehendaknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Him ( Papa )

Kekecewaan

Minggu, 18 Maret 2018