Keajaiban Pertama

Apakah kau tahu keajaiban pertama apa yang kau dapatkan hari ini ?

Mengetahui video di instagrammu ditonton 20k ?
Mencicipi sarapan yang dibuatkan ibumu ?
Masih bertemu dengan orang- orang terkasih ?
Mendapatkan  berita bahwa kau mendapatkan perkerjaan baru ?

Bukan.

Apakah kamu masih berpikir?

Jawabannya, kau masih dibangunkan olehNya.

Jika kau tidak dibangunkan apakah kau masih bisa merasakan nafasmu ?
Jika kau tidak dibangunkan apakah kau masih bisa merasakan semilir angin yang berkelana atau hangatnya sinar mentari ?
Jika kau tidak dibangunkan apakah kau masih bisa melaksanakan rutinitasmu hari ini ?

Bersyukur.
Bersyukurlah.

Hal pertama yang dapat kulakukan pagi ini.   Menyadari bahwa waktu masih berpihak padaku. Waktu masih bersama denganku.

Aku tidak dapat membayangkannya, apabila waktu berlari tiga kali lebih cepat dan meninggalkanku di garis start.

Dapatkah kau memprediksikannya ?
Akan jadi apa jika waktu meninggalkan manusia dan bagaimana jika manusia yang meninggalkan waktu ?

Keduanya tidak punya harapan.

Waktu membutuhkan manusia dan manusia membutuhkan waktu.
Waktu tidak akan berarti apabila tidak digunakan oleh manusia dan manusia pun tidak bisa melakukan apapun tanpa waktu.

Jadi, hargailah waktu yang kau miliki hari ini. Bangun di hari yang baru adalah awal bagimu untuk menggenggam waktu. Berlarilah dan gunakan kesempatan yang ada bersamanya untuk mengejar mimpi.    Waktu dapat berubah menjadi bom. Ibarat hitungan mundur,  yang sewaktu-waktu dapat meledak.

  Hari ini bangunlah tangga- tangga kecil yang dapat mengantarmu ke puncak awan tertinggi. Tidak perlu baling-baling bambu atau helikopter.     Tidak perlu Doraemon atau Naruto agar kau bisa terbang. Bangunlah dan terbangkan mimpimu dengan sayap yang kuat yaitu kekuatan dan harapanmu.

Berikanlah mimpimu kepada dia yang mampu menjaga harapanmu.   Berserahlah agar dia dapat melakukan otoritasNya padamu.

Sekarang apakah kamu sudah menyadari keajaiban pertamamu ?

Karena aku percaya kepada siapa yang kupercaya, karena Dia berkuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Him ( Papa )

Kekecewaan

Minggu, 18 Maret 2018