Lepaskan
Ini adalah kisah cinta pertama yang tak pernah berhasil. Ini adalah kisah cinta kedua yang bertepuk sebelah tangan. Bahkan ketiga, keempat dan kelima.
Takkan ada yang menyadari jika gadis yang bodoh dan naif tengah menanam cinta, tanpa tahu bunga itu akan dipetik atau dibiarkan layu dan gugur.
Menanam rasa adalah hal yang menyenangkan. Membuatku merasa bahagia ketika memikirkannya, bahkan membuat perasaanku tidak nyaman.
Meskipun aku tahu aku akan tersakiti, mengapa begitu keras kepala untuk mempertahankan rasa ?
Begitu banyak kriteria yang aku inginkan, dan pada akhirnya aku jatuh cinta pada mereka yang bahkan tak memenuhi kriteria idamanku.
Aneh memang cara cinta bekerja. Namun aku tak memungkiri sesaknya menahan pedih.
Menanggung perasaan ini sendirian. Berkamuflase diantara ribuan situasi yang seharusnya menyulutku untuk memuntahkan amarah.
Namun aku tak bisa, karena siapa aku ?
Pemilik rasa sepertiku bisa apa ?
Aku hanya bisa cemburu, cemburu dan cemburu.
Aku cuman bisa menangis. Dalam diam. Kasian memang. Tragis.
Namun kau tahu ?
Jika aku melepaskan dia pergi akan seperti apa hariku ?
Apakah masih akan sama ?
Namun apakah aku masih sanggup menahan sakitnya jatuh cinta sendirian ?
Lepaskan ! Lepaskan dia yang tidak bisa kutangkup dalam genggamanku.
Aku tidak ingin bermimpi lebih lama lagi. Menguras waktu untuk sesuatu yang takkan bisa jadi nyata. Meskipun imajinasi ini terlalu indah untuk dihentikan, aku harus melepaskannya.
Mampukah aku ?
Komentar
Posting Komentar