Her ( Mom )

    Dentuman detik berlari dengan bebas, berteriak tanpa mengenal tempat. Dengan mudahnya waktu mengalir, menenggelamkan aku dalam hiruk pikuknya lembaran jurnal. Tak kusadari banyak waktu terlewati, aku semakin dewasa. Namun, senyumanku masih sama, jahil seperti masa kanak-kanakku.

    Membawa masa kanak-kanak kedalam masa remajaku adalah hal yang sangat menyenangkan. Karena itu bisa membantuku melewati masa-masa sukar yang menguras pikiranku.

Aku tersenyum tanpa ragu, membenamkan segala perkara yang terbungkus rapi. Bukan karena aku pandai menyembunyikannya, tapi karena Ia telah menjaminnya. Menjamin kedamaian bagiku. Menjamin pemulihan bagiku. Menjamin Jawaban doaku.

    Mama adalah sosok yang tak pernah lepas dari masa kecilku hingga saat ini. Ia yang menemaniku sejak masih dalam kukungan rahimnya. Keceriaan dan kebahagian yang telah ia tuliskan dalam kertas putihku masih sangat jelas.

    Aku ingin Mama selalu sehat. Meskipun terkadang mama harus jatuh sakit, aku selalu ingin ia sehat kembali, dengan organ tubuh yang Tuhan berikan. Kesakitan yang ia pikul, tak bisa aku rasakan. Itu menyakitiku.

Hanya bisa menjadi penonton yang tak dapat berbuat apa-apa. Hanya bisa menyakitinya dengan segala perbuatanku yang tidak berkenan. Maafkan aku Tuhan yang telah menyakiti malaikat yang engkau letakkan dalam hidupku.

    Aku ingin Mama selalu bahagia. Aku ingin membanggakan Mama di usianya yang semakin senja. Sungguh Tuhan. Aku akan sabar menunggu jawaban doaku.

Karena satu yang aku tahu : Tuhan tidak akan mempermalukan orang yang percaya dan berserah kepadaNya. Amien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Him ( Papa )

Kekecewaan

Minggu, 18 Maret 2018