Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Kekecewaan

Tulisan lama Tapi iseng dipost ajah.     Seperti kilat yang menyambar, hatiku jatuh seketika. Serba salah memang. Mengatakan yang seharusnya, namun dianggap salah untuk dikatakan. Entah ini memang kesalahanku atau waktu yang salah. Seperti orang gamang, kini saling menyalahkan.      Jauh dari itu semua, tanpa kau sadari, aku menyimpan sebuah rahasia. Rahasia yang penuh dengan keinginan. Segala keinginan yang selalu ingin kutekan saat itu muncul lagi. Hanya ingin meringankan, tidak lebih. Hanya tidak ingin kau mengeluh dan menjadi marah. Hanya tak ingin menjadi sosok yang menggantung terlalu lama dan memberatkan. Hanya ingin melegakan nafasmu, walau sebentar.      Namun, kini kau menjadi marah. Mungkinkah kau lupa bahwa sosok ini sudah terlalu lama berdiam ? Seakan tidak perlu bersandar ? Aku ingin marah, namun apa daya ? Apakah itu dapat menyembuhkan kekecewaan?      Tidak pantas. Sungguh. Aku orang terbodo...

Her ( Mom )

    Dentuman detik berlari dengan bebas, berteriak tanpa mengenal tempat. Dengan mudahnya waktu mengalir, menenggelamkan aku dalam hiruk pikuknya lembaran jurnal. Tak kusadari banyak waktu terlewati, aku semakin dewasa. Namun, senyumanku masih sama, jahil seperti masa kanak-kanakku.     Membawa masa kanak-kanak kedalam masa remajaku adalah hal yang sangat menyenangkan. Karena itu bisa membantuku melewati masa-masa sukar yang menguras pikiranku. Aku tersenyum tanpa ragu, membenamkan segala perkara yang terbungkus rapi. Bukan karena aku pandai menyembunyikannya, tapi karena Ia telah menjaminnya. Menjamin kedamaian bagiku. Menjamin pemulihan bagiku. Menjamin Jawaban doaku.     Mama adalah sosok yang tak pernah lepas dari masa kecilku hingga saat ini. Ia yang menemaniku sejak masih dalam kukungan rahimnya. Keceriaan dan kebahagian yang telah ia tuliskan dalam kertas putihku masih sangat jelas.     Aku ingin Mama selalu sehat. M...

Lepaskan

    Ini adalah kisah cinta pertama yang tak pernah berhasil. Ini adalah kisah cinta kedua yang bertepuk sebelah tangan. Bahkan ketiga, keempat dan kelima. Takkan ada yang menyadari jika gadis yang bodoh dan naif tengah menanam cinta, tanpa tahu bunga itu akan dipetik atau dibiarkan layu dan gugur.   Menanam rasa adalah hal yang menyenangkan. Membuatku merasa bahagia ketika  memikirkannya, bahkan membuat perasaanku tidak nyaman. Meskipun aku tahu aku akan tersakiti, mengapa begitu keras kepala untuk mempertahankan rasa ? Begitu banyak kriteria yang aku inginkan, dan pada akhirnya aku jatuh cinta pada mereka yang bahkan tak memenuhi kriteria idamanku.    Aneh memang cara cinta bekerja. Namun aku tak memungkiri sesaknya menahan pedih. Menanggung perasaan ini sendirian. Berkamuflase diantara ribuan situasi yang seharusnya menyulutku untuk memuntahkan amarah.     Namun aku tak bisa, karena siapa aku ? Pemilik rasa sepertiku bisa ...