Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Heal my heart ♥

Gambar
Hari ini aku memimpikannya lagi. Sudah beberapa hari ini aku terbiasa melihat wajahnya dalam mimpiku. Setiap kali tersadar, rutinitasku mulai berubah. Aku akan memikirkannya dan mencoba untuk tidur kembali. Jika mimpi adalah tempat dimana aku selalu melihatnya, aku memilih untuk bermimpi lebih lama. Ahhhhhhh,, rasanya sangat lucu. Dulu terlalu sakit bagiku untuk memikirkannya, dan sekarang ? Aku tidak tahu mengapa, rasanya seperti terbiasa mengiris bawang. Aku mulai mengerti bagaimana mengendalikan hatiku dan aku harus bahagia. Aku bersyukur karena Bapa memulihkan hatiku dengan sempurna. Ia tahu hatiku yang rapuh harus mekar untuk seseorang yang tepat. Bapa sangat dekat dengan orang-orang yang patah hati. Terkadang, ia mempertemukan kita dengan seseorang agar kita bisa belajar darinya. Bukan untuk berlagak menjadi seseorang yang tersakiti. Hati yang rapuh akan menjadi kuat. Kepala yang tertunduk akan berdiri tegap. Keraguan akan menjadi kepastian. Hidup ini seperti lembaran jurna...

Him ( Papa )

Gambar
Aku ingin bercerita tentang seorang tokoh yang menjadi cinta pertama putrinya. Aku menyebutnya " Papa". Ia bertubuh jangkung dan tegap. Dengan garis wajah dan alis yang tegas ia memiliki senyum yang hangat. Aku ingin menuliskan setiap momen berharga saat bersamanya. Namun aku tahu, setiap kata tak mampu menunjukkan arti kasih seorang ayah pada anaknya. Aku merindukan masa kecilku. Masa dimana aku dapat menangis sepuasnya karena bertengkar dengan saudaraku kemudian mengadukannya pada papa. "Papa, dia menggangguku!" Aku ingat setiap teriakan kami (anak-anaknya) ketika mengetahui papa pulang bekerja. Terkadang menunggu papa pulang adalah alasan kami untuk menunda tidur siang agar tidak dimarahi oleh mama. Lucu memang. Tapi disitu ada ketulusan. Aku mengingatnya dengan jelas. Ia yang selalu kami sambut dan kami tunggui di pintu rumah kami yang kecil. Aku hafal betul deruman motor tuanya. Setelah itu, ia akan kewalahan menghadapi sambutan riuh anak-anaknya. Sangat ...

He is my diary

Gambar
Namamu adalah kata pertama yang ingin aku tuliskan dalam lembar ini. Tapi aku menghapusnya lagi, lagi dan lagi. Begitu sulit untuk menerima bahwa kamu adalah orang yang aku sukai. Aku takut untuk mengakuinya karena jika hati ini terlanjur tahu, ia akan mencari seribu alasan untuk tetap menyukaimu. Jangankan untuk mengatakannya,  bahkan mengeja namamu dalam lembar ini pun aku tak berani. Aku ingin bercerita bagaimana senyumanmu bekerja menghangatkan hatiku. Tawamu yang renyah, lirikan matamu yang misterius, caramu berjalan, siulan kecilmu, bahkan tingkah bodoh yang  tidak kau sadari. Semuanya terekam jelas dalam otakku. Aku ingat. Getaran itu. Hal yang selalu aku abaikan saat berada didekatmu. Hal yang membuatku terkadang menjadi orang bodoh yang hilang fokus. Aku jatuh lagi, lagi dan lagi. Apakah orang yang jatuh cinta terperangkap dalam kata " lagi, lagi, dan lagi"? Aku hanya bisa menyampaikan perasaanku lewat ejaan pena bukan lafalan kata. Mungkin saat ini kamu tidak b...