19 Maret 2018
Hari ini, senja mempesona seperti biasanya. Namun ada yang tak biasa, jarang kulihat. "Papa tak bisa menahan tangis" Biasanya, papa pandai menyembunyikan rasa. Hanya ketegasan yang membentuk wajahnya. Namun, hari ini topengnya hancur. Ia menangis didepan kami dan jasad mama. Maaf pa, karena tak tahu seberapa besar rasa kehilanganmu. Karena separuh papa adalah mama. Hatiku pilu, seperti tersayat. Maaf, aku tak bisa berbuat banyak. Karena aku pun bingung harus bersikap apa. Kehilangan mama, nama lain dari kehilangan segalanya. Kini, kami cuman punya papa. Aku harap, papa selalu sehat. Aku masih punya banyak mimpi bersamamu Pa, yang tak bisa kita lakukan lagi bersama mama.